
Hampir sebulan bersamamu mengarung lapar dan sabar
kucoba bertahan mengurung, nafsu yang terus merundung
berharap tumpukan-tumpukan dosaku yang lama mengoreng
sebagian bahkan telah membatu, mengarang sekeras karang
segera mengelupas, lalu mengering.
Semoga dia mengurang bersama doa-doa yang mengiring
di sela dendang Istighfar yang lebih seperti mengerang
terbawa olehmu ketika bulan akan berganti.
.
Tapi…., aku tak ingin kau berganti
Ketika kau di sini seperti saat ini
deru rahmat dan berkah-Nya seperti talu suara kenong
dipukul nenek-nenek yang mengunyah tembakau kinang
jiwa ini tenang ketika semakin sering kulekatkan kening
pada gambar ka’bah di beludru sajadah yang mulai kuning
pada malam hening bening penuh sliwer kunang-kunang.
Semoga kau… tidak menjadi bulan yang hanya kukenang
..
Berubahlah engkau menjadi abadi
setiap waktu terus memberi keberkahan
tak pernah berhenti menjulurkan pengampunan
selalu memuliakan
Teruslah abadi, … dalam doa dan harapanku sore ini
di ujung hilal menuju fitri.
.
Gunungkidul, Maret 2026