
Wonosari (MAN 1 Gunungkidul) – Sebanyak lima guru dan enam murid MAN 1 Gunungkidul mengikuti kegiatan penelitian tentang penggunaan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (1/09/2026) di aula madrasah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian untuk mengetahui pola penggunaan AI di lingkungan madrasah, khususnya bagaimana guru dan murid memanfaatkan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengungkap berbagai pengalaman dan fenomena penggunaan AI yang terjadi di kalangan murid. Salah satunya adalah penggunaan AI sebagai tempat bercerita atau mencurahkan perasaan ketika menghadapi persoalan pribadi. Selain itu, murid juga menggunakan AI untuk mengedit foto maupun membuat dan memodifikasi berbagai konten digital.
Fenomena lain yang menjadi perhatian adalah penggunaan AI dalam menyelesaikan tugas madrasah. Sebagian murid menggunakan AI secara langsung dan melakukan copy-paste tanpa memahami kembali informasi yang diperoleh. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan munculnya kesalahan konsep dalam pemahaman materi.
Dari sisi guru, penelitian juga mengangkat pengalaman ketika guru belum mengetahui adanya kesalahan konsep yang dilakukan murid setelah menggunakan AI dalam mengerjakan tugas. Kesalahan tersebut terkadang baru diketahui setelah proses pembelajaran berlangsung cukup lama.
Penelitian ini tidak hanya melihat AI sebagai teknologi yang memberikan kemudahan, tetapi juga mengkaji tantangan dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Karena itu, guru dan murid diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, pandangan, serta berbagai persoalan yang muncul dalam penggunaan AI.
Para guru peserta penelitian juga diminta memberikan rekomendasi mengenai penggunaan AI pada anak dan remaja. Rekomendasi tersebut ditujukan kepada berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan pengembang AI, sekolah atau madrasah, keluarga, anak-anak, hingga komunitas.
Melalui penelitian ini diharapkan diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebiasaan, kebutuhan, manfaat, serta risiko penggunaan AI di kalangan anak dan remaja. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam membangun ekosistem penggunaan AI yang aman, bijak, bertanggung jawab, dan mendukung pendidikan.
Bagi MAN 1 Gunungkidul, keterlibatan dalam penelitian tersebut menjadi kesempatan untuk berkontribusi dalam memberikan gambaran nyata mengenai perkembangan penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Teknologi AI diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran tanpa mengesampingkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kejujuran, dan tanggung jawab peserta didik.