
Wonosari (MAN 1 Gunungkidul) – MAN 1 Gunungkidul menggelar uji publik Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027 di aula madrasah pada hari Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum penting dalam penyempurnaan kurikulum madrasah agar semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan zaman.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Sidiq Pramono, Ketua Tim 1 Kurikulum dan Kesiswaan Kanwil Kemenag DIY, Anita Isdarmini, Ketua Tim 3 Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Abdul Naim, Pengawas Madrasah Jauhari Iswahyudi, pengurus komite, perwakilan murid kelas X dan XI, perwakilan orang tua murid, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Gunungkidul.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sidiq Pramono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kurikulum satuan pendidikan harus mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini serta mengembangkan potensi murid secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun karakter.
“Madrasah harus terus berinovasi dalam menyusun kurikulum agar mampu mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Pada sesi pemaparan, Ketua Tim Pengembangan Kurikulum MAN 1 Gunungkidul, Akhmad Wakidillah Agung P., memaparkan rancangan Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 secara jelas dan sistematis. Pemaparan meliputi visi kurikulum, penguatan karakter, program unggulan madrasah, pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, hingga strategi peningkatan kompetensi murid.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanggapan dan masukan dari para peserta uji publik. Berbagai saran dan masukan disampaikan guna menyempurnakan dokumen kurikulum agar lebih implementatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan pendidikan nasional.
Melalui kegiatan uji publik ini, MAN 1 Gunungkidul berharap Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027 dapat menjadi pedoman pembelajaran yang berkualitas dan mampu mendukung terwujudnya madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.