
Wonosari (MAN 1 Gunungkidul) – MAN 1 Gunungkidul kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya riset dan inovasi dengan mengikuti Lomba Krenova Maskat 2026 yang diselenggarakan di PAPEDA Gunungkidul pada Rabu (01/07/2026). Dalam ajang tersebut, madrasah mengirimkan tiga karya inovatif yang lahir dari semangat penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab berbagai persoalan nyata di bidang pertanian dan pendidikan.
Mengusung semangat “Dari ruang kelas lahir inovasi, dari riset lahir solusi,” MAN 1 Gunungkidul membuktikan bahwa teknologi tidak hanya dipelajari sebagai teori, tetapi juga dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Inovasi pertama bertajuk Udaka Tech, sebuah sistem irigasi presisi berbasis energi surya yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan air pada sektor pertanian. Teknologi ini dikembangkan oleh Arum Ika Wahyuni, Firman Wahyu Pradana, dan Jamila Nur Aini sebagai upaya mendukung pertanian yang lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Inovasi kedua adalah SIGMA, media pembelajaran Geografi berbasis animasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) karya Nurul Farhanah Hidayati. Melalui visualisasi yang interaktif, SIGMA membantu peserta didik memahami konsep-konsep geografi yang selama ini dianggap abstrak sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan bermakna.
Sementara itu, inovasi ketiga bertajuk MBG (Mari Belajar Gerak) dikembangkan oleh Faiz Miftarica El Barqy. Inovasi ini menghadirkan pembelajaran fisika berbasis sensor, Internet of Things (IoT), dan pendekatan STEM sehingga peserta didik dapat mempelajari konsep gerak melalui pengalaman belajar yang lebih nyata, interaktif, dan kontekstual.
Partisipasi dalam Lomba Krenova Maskat menjadi wadah bagi MAN 1 Gunungkidul untuk menampilkan hasil penelitian dan inovasi yang selama ini dikembangkan di lingkungan madrasah. Ketiga karya tersebut mencerminkan sinergi antara penguasaan teknologi, kreativitas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia pendidikan.
Kepala MAN 1 Gunungkidul, Kholis Muhajir menyampaikan apresiasi kepada para inovator yang telah mengharumkan nama madrasah melalui karya-karya kreatif yang dihasilkan. Menurutnya, budaya riset dan inovasi harus terus ditumbuhkan agar peserta didik maupun guru memiliki keberanian untuk menciptakan solusi atas berbagai tantangan di masa depan.
Di MAN 1 Gunungkidul, teknologi bukan sekadar dipelajari. Teknologi diciptakan, diteliti, dan dimanfaatkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan peradaban. Sebab masa depan tidak dibangun oleh mereka yang hanya mampu menggunakan teknologi, melainkan oleh mereka yang berani menciptakannya. Dan keberanian itu terus tumbuh di MAN 1 Gunungkidul melalui budaya inovasi yang berkelanjutan.