
Wonosari (MAN 1 Gunungkidul) — Semarak kegiatan awal tahun ajaran baru di MAN 1 Gunungkidul kembali memuncak. Pada Jumat (17/07/2026), halaman belakang madrasah menjadi saksi keseruan demonstrasi (display) salah satu ekstrakurikuler unik dan sarat budaya, yaitu Jemparingan (Panahan Tradisional).
Suasana halaman belakang yang semula riuh mendadak hening dan penuh antisipasi saat pelatih jemparingan MAN 1 Gunungkidul, Pandu Kusumahadi, bersiap di garis bidik. Dengan ketenangan penuh dan fokus yang tajam, ia mendemonstrasikan kebolehannya membidik sasaran di hadapan warga madrasah.
Setiap anak panah yang melesat mulus dan mengenai sasaran langsung disambut tepuk tangan riuh dan sorak kagum dari para siswa serta guru yang menyimak jalannya acara.
“Jemparingan bukan sekadar olahraga fisik memanah biasa, melainkan sebuah latihan olah rasa, konsentrasi, dan kesabaran diri. Melalui ekstrakurikuler ini, kami ingin menanamkan karakter positif tersebut kepada para siswa,” ujar Pandu Kusumahadi di sela-sela kegiatan.
Demonstrasi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga langkah nyata madrasah dalam melestarikan olahraga tradisional khas gaya Mataraman. Melalui pendekatan yang interaktif dan aksi langsung dari sang pelatih, diharapkan para siswa tertarik untuk mengasah bakat non-akademis mereka di bidang panahan.
Dengan dimulainya pengenalan ekstrakurikuler ini, MAN 1 Gunungkidul berkomitmen untuk terus memfasilitasi minat dan bakat siswa agar mampu mencetak generasi yang berprestasi, tangguh, dan tetap menjunjung tinggi nilai budaya lokal.